Logo Instansi

HSE SYSTEM

Sistem Manajemen K3 & Insiden
Laboratorium Keperawatan Kampus II Lawang
Silakan Masuk
HSE SYSTEM

Dasbor Statistik

User
Role
Inspeksi Lab
0 Laporan
Insiden K3
0 Laporan
Assessmen Risiko
0 Register

BAB III: Manajemen Risiko K3

Laboratorium Kampus II Keperawatan Poltekkes Kemenkes Malang mengklasifikasikan bahaya ke dalam lima kategori utama yang lazim ditemukan dalam aktivitas "Minihospital":

1. Bahaya Fisik

Terpeleset (slips), tersandung (trips), bahaya listrik (kabel terkelupas), suhu ekstrem, dan kebisingan alat medis.

2. Bahaya Kimia

Paparan desinfektan, antiseptik (alkohol 70%, chlorine, H2O2) melalui inhalasi atau kontak kulit yang menyebabkan iritasi.

3. Bahaya Biologi

Tertusuk jarum (needle stick injury), infeksi silang dari spesimen, cairan tubuh, atau probandus asli.

4. Bahaya Ergonomi

Teknik pengangkatan pasien manekin yang salah (dead weight), posisi membungkuk berulang yang menyebabkan nyeri punggung bawah (LBP).

5. Bahaya Psikososial

Tekanan lulus uji OSCE, beban tugas menumpuk, kelelahan mental (burnout) yang memicu kelalaian manusia (human error).

Tingkat Risiko = Probabilitas (Kemungkinan) x Dampak (Konsekuensi)
Matriks Grading Risiko (Risk Matrix)
ProbabilitasDampak (Impact)
12345
5SSTEE
4SSTEE
3RSTTE
2RRSTE
1RRSTT
Tindakan Berdasarkan Tingkat Risiko
  • E Ekstrem (Merah): Kegiatan praktikum harus DIHENTIKAN SEGERA. Risiko diturunkan sebelum dilanjutkan.
  • T Tinggi (Kuning): Perlu penanganan segera (dalam 1x24 jam). Manajemen Kaprodi terlibat.
  • S Sedang (Hijau): Lakukan tindakan perbaikan terjadwal. Pengawasan ketat.
  • R Rendah (Biru): Risiko dapat diterima. Lakukan pemantauan rutin.

  • 1. Eliminasi & Substitusi:
    Tindakan paling efektif. Eliminasi: Menarik alat rusak (contoh: bed engkol macet). Substitusi: Mengganti tensimeter air raksa dengan alat digital. Menggunakan darah tiruan (phantom blood).
  • 2. Rekayasa Teknik (Engineering Controls):
    Pemenuhan fasilitas yang aman. Penyediaan Safety Box anti-tusuk, sistem ventilasi/exhaust fan ruangan, serta modifikasi kran wastafel (elbow handle/sensor).
  • 3. Pengendalian Administratif:
    Sistem pengaturan manusia. Pembuatan SPO Keselamatan, supervisi rasio dosen-mahasiswa, kewajiban Safety Induction di awal semester, dan penempatan rambu K3 (signage).
  • 4. Alat Pelindung Diri (APD):
    Pertahanan terakhir. Kewajiban memakai sarung tangan (handscoon steril/bersih), masker medis, jas lab tertutup, sepatu tertutup anti-slip, dan nurse cap (penutup kepala) selama di lab.
Mode Edit: Anda sedang memperbarui data risiko.
Input Identifikasi Bahaya & Penilaian Risiko
Deskripsi Potensi Bahaya Kategori Bahaya P D Tingkat Risiko Rencana Pengendalian
Pilih Kategori...
RENDAH
Mode Edit: Anda sedang memperbarui data.
Form Inspeksi K3 Lab
Mode Edit: Anda sedang memperbarui data.
Form Laporan Insiden K3
A1. DATA KORBAN
A2. DATA PELAPOR
B. DATA INSIDEN
Pilih Penyebab...
Riwayat Manajemen Risiko
No Tanggal Lokasi/Unit Auditor Bahaya & Kategori P x D (Risiko) Rencana Pengendalian Aksi
Riwayat Inspeksi K3
No Bulan/Tahun Keselamatan Kebakaran Fasilitas & Utilitas Peralatan K3 & P3K Bahan B3 Aksi
Riwayat Laporan Insiden
No Tgl Kejadian Data Korban Data Pelapor Data Insiden Kronologi Penanganan Saran / Rekomendasi Aksi
Panduan Penggunaan Sistem

Gunakan menu Form Manajemen Risiko untuk memetakan potensi bahaya:
  1. Isi tanggal, lokasi, dan nama auditor.
  2. Tulis deskripsi bahaya dan pilih kategori bahaya (bisa lebih dari satu atau "Lainnya").
  3. Tentukan skor Probabilitas (1-5) dan Dampak (1-5). Sistem akan otomatis menentukan tingkat risiko (Rendah/Sedang/Tinggi/Ekstrem).
  4. Klik tombol untuk menambah baris item bahaya jika diperlukan.
  5. Klik Simpan Register Risiko.

Inspeksi dilakukan secara rutin (bulanan):
  1. Buka menu Input Inspeksi K3.
  2. Isi periode (Bulan/Tahun) dan pilih auditor.
  3. Lakukan observasi di laboratorium sesuai daftar tilik A-D.
  4. Pilih YA jika normal, dan TIDAK jika ada temuan, lalu isi kolom keterangan.
  5. Klik Simpan Inspeksi. Data bisa dicetak di menu Riwayat.

Pelaporan harus dilakukan segera setelah kecelakaan/insiden terjadi:
  1. Buka menu Lapor Insiden K3.
  2. Lengkapi A1. Data Korban dan A2. Data Pelapor.
  3. Pilih jenis insiden, dampak, dan dugaan penyebab. Anda bisa memilih "Lainnya" untuk input manual.
  4. Uraikan kronologi, penanganan yang sudah dilakukan, dan saran rekomendasi awal.
  5. Klik Simpan Laporan Insiden.

  • Pencarian: Buka menu Riwayat (Risiko/Inspeksi/Insiden). Gunakan kotak pencarian (Search Bar) atau pemilih tanggal di atas tabel untuk memfilter data secara cepat.
  • Cetak Laporan (Ikon Mata): Klik tombol pada tabel riwayat untuk pratinjau dokumen individual. Sistem akan menampilkan dokumen siap cetak.
  • Cetak Tabel: Klik tombol Cetak Tabel di atas tabel riwayat untuk mencetak seluruh rekapitulasi data yang tampil di layar.
  • Edit/Hapus: Gunakan tombol untuk mengubah data, atau untuk menghapusnya permanen.
AILA - Asisten Lab